
Dampak Korupsi Terhadap Perusahaan
Disunting pada: 6 Agustus 2025
Memerangi praktik korupsi dan penyuapan adalah masalah bagaimana cara merubah pola pikir seseorang.
Mengingat bahwasannya korupsi di cap sebagai “budaya” dan menjadi sangat tertanam dalam masyarakat maka sangat sulit untuk dibersihkan.
Tindak korupsi dan penyuapan yang terjadi pada perusahaan dapat merusak anggapan masyarakat terhadap praktik bisnis.
Masalah yang terjadi pada praktik bisnis yang paling sering dilaporkan adalah penyuapan, korupsi, penipuan dan pencucian uang.
Tindak korupsi terjadi pada berbagai sektor bisnis terutama dari sektor keuangan, ritel dan teknologi.

Dampak Korupsi Terhadap Perusahaan
Bukan hal mudah untuk mengukur suatu kerusakan yang di sebabkan penyuapan yang terjadi pada sebuah perusahaan.
Dampak serius terhadap citra dan keuangan perusahaan bergantung pada hasil pengungkapan tindakan korupsi.
Namun pada kenyataannya banyak tindak korupsi yang gagal untuk dilaporkan.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang Dosen dari Universitas Bisnis yang mana penelitiannya berfokus pada dampak pada kinerja perusahaan
Dari penelitian tersebut ditemukan fakta bahwa dampak korupsi yang paling signifikan adalah dampak negatif terhadap semangat kerja karyawan.
Perusahaan yang mengalami masalah korupsi melaporkan bahwa faktor semangat kerja karyawan yang paling terdampak dari pada faktor lain.
Tindakan Pencegahan Terhadap Korupsi dan Penyuapan
Menanamkan pola pikir anti-penyuapan bukanlah proses yang mudah dan cepat.
Menciptakan budaya integritas dan keterbukaan memerlukan komitmen pemimpin yang bertanggung jawab untuk menetapkan standar tempat kerja dan mengadopsi pendekatan etis terhadap bisnis.
Berikut ini adalah prinsip pencegahan tindak korupsi dan penyuapan:
1. Prosedur Proporsional
Prosedur untuk mencegah korupsi harus dilakukan secara proporsional dengan ukuran perusahaan.
Termasuk kebijakan anti-penyuapan, pelatihan anti-penyuapan untuk staf, dan peraturan anti-penyuapan.
2. Komitmen Top Management
Sikap manajemen senior merupakan perwakilan dari suatu perusahaan.
Dengan menunjukkan bahwa tidak ada toleransi terhadap penyuapan dan korupsi maka karyawan juga akan menerapkan persepsi ini.
Top Management harus mempromosikan prosedur anti-penyuapan dan menunjukkan dedikasi untuk mencegah perilaku tidak etis.
Kemudian mengkaji ulang kebijakan anti-penyuapan dan memastikan setiap orang terbiasa dengan kebijakan tersebut.
Maka secara teratur akan memperkuat komitmen perusahaan.
3. Penilaian Risiko
Perusahaan harus dapat menentukan risiko spesifik dari penyuapan yang mungkin dihadapi.
Perlu digaris bawahi, jika seorang anggota perusahaan adalah orang yang menerima sogokan, mereka sama-sama bertanggung jawab.
Sebuah program atau aplikasi anti-penyuapan dirancang untuk membantu karyawan membuat keputusan yang sulit mengenai penyuapan.
Program tersebut dapat memberikan pemahaman terhadap situasi mereka secara lebih baik dan juga dapat memberi saran tentang bagaimana meresponsnya.
4. Uji Kelayakan
Uji kelayakan pencegahan tindak korupsi adalah proses untuk menilai sejauh mana suatu kebijakan, program, atau sistem efektif dalam mencegah terjadinya korupsi dan penyuapan.
Risiko penyuapan yang berbeda dapat terjadi bergantung pada profesi atau aktivitas kerja yang dilakukan sebagai bagian dari bisnis.
Hal ini sangat penting untuk memastikan langkah-langkah yang diambil benar-benar tepat guna, terukur, dan berkelanjutan.
5. Komunikasi
Perusahaan harus mampu untuk mengkomunikasikan agenda anti-korupsi secara terbuka dan transparan kepada orang-orang.
Dan karyawan harus merasa yakin dengan kemampuan mereka untuk mencegah penyuapan.
Manajemen senior harus terus mendukung dan membantu mengkomunikasikan kepada karyawan bahwa perusahaan benar-benar menerapkan kebijakan atau Sistem Manajemen Anti Penyuapan secara serius.
6. Monitoring dan Review
Perusahaan perlu meninjau secara berkala untuk memastikan kebijakan anti-penyuapan berjalan efektif dan karyawan tetap memiliki pemahaman yang kuat setiap saat.
Memperkuat kebijakan anti-penyuapan secara teratur akan membantu karyawan menjadi sangat tertanam di dalam benak mereka.
Karyawan akan menjadi bagian integral dari budaya perusahaan yang akan menghilangkan kemungkinan adanya korupsi.
7. Menerapkan ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Standar ISO 37001:2016 menetapkan serangkaian tindakan untuk membantu organisasi dalam mencegah, mendeteksi dan menangani penyuapan.
Termasuk menetapkan kebijakan anti penyuapan dan menunjuk seseorang untuk mengawasi kebijakan, melakukan pelatihan, melakukan penilaian risiko pada proyek dan rekan bisnis.
Juga termasuk menerapkan kontrol keuangan, dan melaksanakan prosedur pelaporan dan investigasi.
Sistem Manajemen Anti Penyuapan membantu organisasi mengurangi risiko terjadinya penyuapan dan dapat menunjukkan kepada pemangku kepentingan bahwa organisasi telah menerapkan kontrol anti penyuapan yang diakui secara internasional.
Penutup
Jika masalah korupsi tidak ditangani secara lebih aktif, maka korupsi akan terus mengakar lebih dalam ke dalam pikiran orang-orang dan terus mempengaruhi orang lain secara negatif.
Membiarkan korupsi menyebabkan karyawan terus mengalami demoralisasi dan menjadi tamak.
Index Artikel
Quotes
"Setiap langkah besar selalu dimulai dengan langkah pertama."
"Konsultan terbaik mengajukan pertanyaan tepat, mendengarkan secara aktif, dan memberikan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan."
"Kunci dasar dari keberhasilan audit adalah objektivitas."