logo isokonsultindo
  • (021) 2988 8461
  • 0853 2029 8403
  • admin@isokonsultindo.com

Artikel

Artikel Image

Mengamankan Informasi Perusahaan

Setiap organisasi memiliki beberapa bentuk informasi yang sensitif, untuk melindungi informasi yang bersifat sensitif seperti informasi pembayaran pelanggan, data karyawan atau informasi strategi bisnis maka sangat penting untuk mengambil langkah-langkah untuk mengamankan data sensitif organisasi dan memastikan bahwa informasi tersebut tidak pernah memasuki akses publik. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mengamankan informasi sebuah organisasi :

    1. Buat kebijakan untuk menangani informasi.

Jika sebuah organisasi tidak mampu untuk  membedakan secara benar antara informasi yang bersifat sensitif dan non-sensitif maka tidak mungkin bisa mengamankan data yang penting. Sebuah kode kebijakan data mampu menguraikan jenis data yang dianggap sensitif, dan mampu menentukan proses yang ketat untuk mengidentifikasi, menangani dan mengamankan berbagai jenis data.

Sebuah sistem klasifikasi data yang bertingkat dapat membantu untuk membedakan antara informasi sensitif dan non-sensitif . Langkah-langkah keamanan diberlakukan untuk setiap tingkat data, tingkat pertama yaitu data yang sangat sensitif yang dapat menyebabkan kerusakan parah membutuhkan tingkat keamanan tertinggi dan akses diperbolehkan atas dasar kebutuhan khusus. Tingkat ke-dua yaitu data cukup sensitif yang dapat menimbulkan risiko yang relatif rendah membutuhkan kontrol keamanan yang lebih sedikit dan hak akses internal. Dan tingkat yang ke-tiga yaitu data non-sensitif yang tidak menimbulkan risiko untuk sebuah organisasi, dan membutuhkan keamanan yang  sedikit atau tidak ada pembatasan akses.

     2. Gunakan enkripsi untuk mentransfer data.

Banyak organisasi telah memahami pentingnya menerapkan langkah-langkah keamanan untuk melindungi sistem informasi dan mengamankan data dalam jaringan perusahaan dari akses yang tidak sah. Data sensitif selalu diakses dan berinteraksi dengan dengan segala macam orang dan aplikasi, sebab itu untuk melindungi informasi ketika diakses melalui sistem mengharuskan organisasi untuk mengenkripsi data yang berguna untuk melindungi informasi itu sendiri serta mengamankannya.

     3. Pilih software yang aman untuk organisasi.

Tentukanlah perangkat lunak yang direkomendasikan oleh ahli sistem keamanan informasi  untuk  standar keamanan yang digunakan. Perangkat lunak yang Anda gunakan mungkin tidak mengikuti prosedur keamanan yang handal dan dapat menyebabkan meningkatnya kemungkinan Hacker mengakses informasi sensitif. Hal ini menjadi masalah serius terutama ketika menangani dan menyimpan informasi pembayaran pelanggan melalui perangkat lunak akuntansi.  Namun jangan khawatir, karena ada beberapa langkah dasar bagi organisasi untuk dapat memilih dan mengidentifikasi software yang aman.

     4. Tingkatkan keamanan password.

Penggunaan password yang lemah merupakan masalah yang sangat umum dan merupakan salah satu keamanan yang secara signifikan dapat ditingkatkan dengan pelatihan dan pengenalan berbagai aplikasi manajemen password. Kebanyakan pencurian data sensitif disebabkan oleh segelintir kesalahan keamanan informasi dasar.

    5. Gunakan komputer pribadi

Penggunaan komputer atau perangkat pribadi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan dan pekerjaan, selain membawa manfaat bagi produktivitas dan efektivitas biaya, juga dapat mengamankan data sensitif dari akses yang tidak sah. Adalah tindakan yang tepat untuk menggunakan komputer pribadi untuk mencegah data sensitif diakses dan disimpan oleh orang lain yang tidak berhak.

    6. Mematuhi aturan keamanan

Banyak hacker memilih untuk menargetkan pimpinan atau direksi , karena kemungkinan besar direksi memiliki akses ke data aset yang bernilai tinggi. Direksi seringkali diberikan otonomi yang lebih besar dan kebebasan bergerak melalui sistem yang sensitif yang mungkin tidak mematuhi praktik keamanan yang sama seperti karyawan.Ssangat penting bahwa praktik keamanan harus dipahami dan ditaati seluruh infrastruktur organisasi untuk mencegah hacker dari mendapatkan akses yang mudah ke informasi sensitif melalui jalur ini.

    7. Meningkatkan kesadaran keamanan

Karyawan adalah aset keamanan yang paling berharga bagi perusahaan dalam menciptakan budaya kesadaran keamanan yang dapat membantu karyawan mengidentifikasi masalah data, dan juga membantu untuk mengidentifikasi kesalahan penyebaran informasi dan potensi ancaman keamanan data. Di mana ada data sensitif maka terdapat upaya yang berbahaya dari pihak ketiga untuk mencoba  mencurinya. Tidak ada sistem keamanan sempurna sekalipun dengan menerapkan langkah-langkah keamanan yang komprehensif dan juga kesadaran yang tinggi. Melindungi organisasi dalam hal kehilangan data sensitif mengharuskan organisasi untuk aktif mengembangkan rencana untuk menghindari pelanggaran keamanan informasi.

    8. Menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi

Sistem Manajemen Keamanan Informasi atau ISO/IEC 27001:2005 merupakan sebuah metode khusus yang terstruktur tentang pengamanan informasi yang diakui secara internasional. ISO/IEC 27001:2005 merupakan dokumen sistem manajemen keamanan informasi yang memberikan gambaran secara umum mengenai apa saja yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan maupun organisasi dalam usaha mereka untuk mengevaluasi, mengimplementasikan dan memelihara keamanan informasi dimiliki berdasarkan ”best practise” dalam pengamanan informasi.