logo isokonsultindo
  • (021) 2988 8461
  • 0853 2029 8403
  • admin@isokonsultindo.com

Artikel

Artikel Image

Manajemen Mutu

Manajemen Mutu dapat didefinisikan sebagai sistem dimana organisasi bertujuan untuk mengurangi dan akhirnya menghilangkan spesifikasi, standar, dan harapan pelanggan yang tidak sesuai dengan cara yang paling efektif dan efisien.

Apa Tujuan Sistem Manajemen Mutu?

  • Menetapkan visi untuk karyawan.
  • Menetapkan standar bagi karyawan.
  • Membangun motivasi dalam perusahaan.
  • Menetapkan tujuan untuk karyawan.
  • Membantu melawan resistensi terhadap perubahan dalam organisasi.
  • Membantu mengarahkan budaya perusahaan.
  • Pada abad ke-20 penyerapan tenaga kerja merupakan input yang paling mahal dalam masyarakat yang paling maju, sehingga fokus bergeser kedalam kerjasama dan dinamika melalui siklus perbaikan secara terus-menerus. Pada abad ke-21, QMS cenderung untuk berinisiatif dalam kesinambungan dan transparansi, baik sebagai investor maupun pelanggan, kualitas yang dirasakan semakin terikat dengan faktor-faktor ini. Dari semua seri QMS, keluarga standar ISO 9000 adalah yang paling banyak diterapkan di seluruh dunia. Audit ISO 19011 berlaku untuk kali kedua yang berkaitan dengan kualitas, kesinambungan dan integrasi.

    Manajemen Mutu adalah tindakan mengawasi semua kegiatan dan tugas-tugas yang diperlukan untuk mempertahankan tingkat mutu yang diinginkan. Ini termasuk penentuan kebijakan mutu, menciptakan dan menerapkan perencanaan mutu dan jaminan, dan kontrol kualitas dan peningkatan kualitas. Hal ini juga disebut sebagai Total Management Quality (TQM) .

    Manajemen Mutu merupakan filosofi bisnis bahwa keberhasilan jangka panjang perusahaan berasal dari kepuasan pelanggan. Manajemen mutu mensyaratkan bahwa semua pemangku kepentingan dalam bisnis bekerja sama untuk meningkatkan proses, produk, layanan dan budaya perusahaan itu sendiri.

    Manajemen Mutu merupakan gabungan semua fungsi manajemen, seluruh bagian dari suatu perusahaan dan semua orang ke dalam filosofi holistik yang dibangun atas dasar konsep kualitas, kerjasama, kinerja, dan kepuasan pelanggan. Definisi lain mengatakan bahwa Manajemen Mutu merupakan sistem manajemen yang mengedepankan kualitas sebagai strategi bisnis dan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi. Manajemen Mutu merupakan sistem manajemen yang berfokus pada pada orang / karyawan.

    3 Komponen Utama Manejemen Mutu :

  • Pengendalian Mutu.
  • Jaminan Mutu.
  • Perbaikan mutu.
  • Manajemen Mutu tidak hanya fokus pada mutu produk namun juga cara untuk mencapainya. Manajemen Mutu menggunakan pengendalian dan jaminan terhadap proses¬†produk untuk mencapai mutu secara lebih konsisten.

    Manajemen Mutu merupakan fenomena mutakhir dari kemajuan kebudayaan yang mendukung seni dan kerajinan yang membolehkan pembeli memilih barang dengan standar mutu yang lebih tinggi dibandingkan dengan barang normal didalam masyarakat yang menghargai seni dan kerajinan. Contoh salah satu tugas dari sang pemilik adalah mengepalai bengkel seni, serta melatih dan mengawasi pegawai dan pemagang. Sang pemilik menetapkan suatu standar, menilai pekerjaan pegawai dan memerintahkan pengerjaan ulang maupun perbaikan yang diperlukan. Pekerjaan seperti ini memiliki keterbatasan yaitu hanya mampu menghasilkan sedikit produk, namun dipihak lain memiliki keunggulan yaitu setiap produk dapat dibuat secara sesuai dengan keinginan pemesan. Pendekatan pekerjaan kerajinan terhadap mutu merupakan gagasan utama saat pembentukan awal Manajemen Mutu sebagai bagian dari ilmu manajemen.

    REVOLUSI INDUSTRI

    Dengan adanya revolusi industri yang menggantikan pendekatan pekerjaan kerajinan dengan produksi masal dan pekerjaan berulang yang bertujuan untuk menghasilkan barang yang sama dalam jumlah yang besar. Pengagas awal terhadap pendekatan ini adalah Eli Whitney yang berasal dari Negara Amerika, saat Whitney menganjurkan pembuatan komponen senapan yang memiliki sifat “dapat ditukar”, sehingga dapat membentuk alur perakitan senapan. Penggagas selanjutnya adalah Frederick Winslow Taylor yaitu seorang insinyur mekanik yang mengupayakan perbaikan efisiensi industrial. Taylor dikenal sebagai “Bapak Manajemen Ilmiah” yang merintis gagasan Pergerakan Efisiensi (Efficiency Movement) yang kemudian dijadikan dasar-dasar manajemen mutu, termasuk aspek standardisasi dan praktik perbaikan. Henry Ford juga merupakan tokoh penting yang menerapkan praktik Manajemen Mutu dalam lini perakitan mobil Ford. Sementara itu di Jerman, Karl Friedrich Benz, yang sering disebut sebagai penemu kendaraan bermotor, mencoba praktik produksi secara perakitan, walaupun produksi masal sepenuhnya baru dilaksanakan oleh Volkswagen setelah perang dunia ke-2. Sejak masa ini, maka selanjutnya perusahaan di Eropa dan Amerika Serikat berfokus kepada produksi dengan biaya yang lebih rendah dan efisiensi yang lebih tinggi.