logo isokonsultindo
  • (021) 2988 8461
  • 0853 2029 8403
  • admin@isokonsultindo.com

Artikel

Artikel Image

Meningkatkan Nilai Bisnis Dengan Manajemen Aset

Berbagi informasi dengan menggunakan teknologi untuk menganalisa risiko dan persyaratan setiap aset semakin menjadi perhatian banyak orang tidak hanya menjadi tugas manajer bagian aset namun juga orang yang duduk di posisi paling atas dari perusahaan, menjaga pembangkit listrik, pengolahan air, jalur kereta api dan aset fisik utama lainnya untuk tetap berjalan menjadi pekerjaan bagi karyawan di seluruh perusahaan. Menurut seorang profesional dari perusahaan yang bergerak dibidang jasa, dengan pemanfaatan yang lebih baik dalam penggunaan data pada aset fisik perusahaan mampu memotong biaya operasional atau perawatan aset sebanyak 5%, hal ini merupakan keuntungan yang sangat jelas dimana manajemen aset yang baik berarti kinerja aset akan lebih baik karena risiko mampu dikelola secara lebih efektif. Ketika International Standard Organization meluncurkan ISO 55000 menyatakan bahwa semakin pentingnya manajemen aset yang berkualitas, ISO 55000 merupakan standar baru yang menggantikan British Standards Institution PAS 55, yang diadopsi secara internasional oleh perusahaan manufaktur, peralatan, pertambangan dan transportasi. ISO 55000 juga memiliki standar internasional yang memiliki wawasan yang lebih luas, mencakup aset keuangan serta fisik, dan menjadi topik yang hangat yang diperdebatan antara manajer aset di seluruh dunia.

"Manajemen aset yang baik berarti kinerja aset akan lebih baik karena resiko dikelola secara lebih efektif .

Diambil dari kata-kata Institut Manajemen Aset yang mempelopori pengembangan ISO 55000 di Inggris, standar ISO 55000 mampu menciptakan sebuah konsensus global pada manajemen aset serta meningkatkan nilai produk yang dihasilkan oleh semua organisasi pada saat semua orang menginginkan hasil yang maksimal dari setiap sumber daya yang mereka miliki. Manajemen aset yang efektif adalah cara-cara terbaik untuk mengoptimalkan nilai aset perusahaan.

Menurut seorang Kepala Manajemen Aset di salah satu perusahaan jasa profesional, jika Anda menerapkan sistem manajemen aset yang efektif, Anda akan menghasilkan nilai bagi aset, belum lagi banyak manfaat lainnya (non-keuangan). "Nilai" adalah kata-kata yang ingin di dengar oleh bos perusahaan, mereka ingin mendengar tentang manfaat non-keuangan yang memiliki praktek manajemen aset yang efektif, seperti penguatan nama merk atau meningkatkan reputasi perusahaan mereka di mata pelanggan dan regulator. Perusahaan yang terdaftar dengan praktik manajemen aset atau bersertifikat ISO 55000, secara efektif dapat memberitahu pemegang saham tentang nilai aset mereka dalam merambah bisnis mereka yang pada akhirnya bagaimana praktik-praktik manajemen ini memberikan hasil yang baik bagi investasi mereka. Seorang Advisor yang merupakan anggota dari komite yang mengembangkan Standar ISO 55000, mengatakan seharusnya Badan ISO membantu memperluas praktek manajemen aset yang baik, baik di luar kewenangan insinyur dan teknisi ke seluruh pelosok perusahaan.

Dalam sebuah survei oleh Infrastruktur Asset Management Exchange (IAME) menunjukkan bahwa setengah dari manajer aset berniat untuk menerapkan ISO 55000 atau sertifikasi ISO lainnya dalam 1 tahun ke depan. Beberapa perusahaan sudah melakukannya, termasuk salah satu perusahaan peralatan terbesar di Inggris. Perusahaan Air Minum di Skotlandia merupakan perusahaan pertama di bidangnya yang menerima sertifikat ISO 55000. Seorang Manajer Manjemen Mutu di perusahaan peralatan, mengatakan bahwa sertifikasi ISO 55000 memungkinkan perusahaan untuk menunjukkan kepada pelanggan dan regulator bahwa mereka telah mencapai tingkat tinggi dalam profesionalisme dan cara mengelola asetnya. Hal ini pada akhirnya membantu untuk menghasilkan air minum yang bersih, serta pengolahan air limbah dilakukan dengan cara yang aman dan efisien.

Survei IAME juga menunjukkan bahwa perhatian paling utama dari seorang manajer aset adalah perencanaan investasi, lebih dari setengah dari mereka yang disurvei, menganggap bahwa manajemen aset sebagai prioritas penting untuk 1 tahun ke depan. Setengahnya mengatakan mereka berniat untuk berinvestasi kedalam manajemen siklus hidup dan alat untuk menilai integritas dan kondisi aset mereka.

Manajer aset menginginkan integrasi yang lebih besar dengan departemen keuangan, semakin banyak kepala keuangan maka semakin banyak yang tertarik pada manajemen aset karena mereka ingin memiliki pemahaman yang mendalam tentang pemeliharaan dan biaya lainnya. Peningkatan manajemen siklus hidup aset dan pembandingan kinerja terhadap perusahaan lain juga tinggi pada agenda manajer aset sebagai kepatuhan terhadap regulator lokal dan nasional. Namun, menyeimbangkan anggaran untuk pemeliharaan sehari-hari dari aset dan persyaratan strategis jangka panjang akan menjadi prioritas utama bagi manajer aset ketika anggaran terbatas.