logo isokonsultindo
  • (021) 2988 8461
  • 0853 2029 8403
  • admin@isokonsultindo.com

Artikel

Artikel Image

Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Karyawan

Pekerja dengan kinerja  yang rendah merupakan masalah serius bagi sebuah organisasi apapun, hal ini  membuat perusahaan mencari cara yang inovatif untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Istilah "kehilangan produktivitas" akan selalu ada sampai kapanpun, namun apakah Bos perusahaan dengan ratusan bahkan ribuan karyawan akan memiliki waktu untuk memeriksa tanggung jawab mereka di tempat kerja? atau apakah akan menggunakan survei karyawan untuk mengukur produktivitas karyawan? merupakan hal yang sangat bijaksana untuk diperhatikan oleh seorang Bos apa pun kemampuan pekerja untuk menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas.

Namun demikian, apa yang pekerja lakukan di tempat kerja tetap menjadi bagian sentral dari rencana bisnis setiap perusahaan. Karyawan yang bahagia adalah karyawan yang produktif, seorang karyawan dengan sikap yang positif biasanya menikmati pekerjaan yang mereka lakukan dan merasa diberdayakan dan diakui kontribusi mereka.  Seorang karyawan yang tidak puas dan tidak benar-benar menikmati pekerjaan mereka kecuali hanya untuk gaji, biasanya tidak menghasilkan kinerja yang maksimal dan kemudian mereka akan bersikap buruk dan membuat tim jatuh terperosok.

Bagaimana cara Anda untuk meningkatkan produktivitas karyawan ketika menjadi Bos baru di sebuah perusahaan? Sebuah survey terbaru menemukan bahwa, produktivitas karyawan ditentukan oleh hubungan mereka dengan atasan langsung mereka. Ketika bos yang memiliki sikap buruk dan tidak menepati janji, tidak pernah atau terlambat membayarkan gaji pada saat jatuh tempo, membuat komentar pedas, atau menyalahkan karyawan atas kesalahan mereka, maka kemudian tingkat produktivitas karyawan secara signifikan berubah. Contoh dari seorang supervisor yang bersikap buruk adalah faktor utama yang menyebabkan rendahnya produktivitas karyawan, berdasar dari pengalaman salah seorang supervisor yang baik akan memotivasi, menginspirasi, mendorong dan menghargai kinerja yang baik.

Seluruh perusahaan mengetahui bahwa produktivitas dalam masalah kesehatan secara alami akan menguras kemampuan seorang karyawan untuk menjadi produktif. Survei menunjukkan bahwa 85 persen dari pengusaha Indonesia mengatakan mereka tertarik dengan layanan untuk meningkatkan produktivitas karyawan, mengurangi absensi dan meningkatkan kesehatan para pekerja. Estimasi menunjukan bahwa 18-20jt orang dewasa di Indonesia usia 18-64 tahun tidak bekerja dikarenakan cacat atau memiliki penyakit kronis, atau tidak dapat bekerja karena alasan kesehatan.

Sepanjang baris yang sama, hampir 40 persen pekerja Indonesia khususnya Kota Jakarta mengalami kelelahan. Para peneliti mencatat bahwa efek dari kelelahan adalah hal yang paling berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan fisik dan mental. Kehilangan masa produktif yang berhubungan dengan kesehatan, bukan saja hanya absensi tetapi juga kinerja karyawan kurang dari kapasitas maksimal karena alasan kesehatan. Bagi sebuah perusahaan faktor kelelahan membawa estimasi beban biaya yang sangat tinggi setiap tahun.

Metode psikologis mampu meningkatkan produktivitas karyawan secara cepat, tetapi akan menjadi sia-sia tanpa alat yang tepat, alat yang tepat berarti teknologi yang tepat. Bagi seorang karyawan untuk menjadi efisien dan produktif dalam lingkungan kerja artinya melengkapi karyawan dengan peralatan yang tepat. Perusahaan yang tidak meng-upgrade atau mengabaikan kebutuhan untuk alat-alat teknologi seperti PC, Smartphone,  dan alat-alat lain menyebabkan risiko berkurangnya produktifitas karyawan.

Intel, pembuat prosesor terbesar di dunia, menemukan bahwa penggunaan komputer nirkabel dapat meningkatkan produktivitas karyawan menjadi bertambah 100 jam per tahun. Mereka mempelajari kebiasaan dan produktivitas lebih dari 100 karyawan Intel yang sudah upgrade ke komputer nirkabel dan mendapatkan keuntungan lebih dari dua jam per minggu, lebih besar dari membayar biaya upgrade pada tahun pertama. Mereka juga menemukan bahwa ketika para pekerja mampu menghemat lebih banyak waktu mereka, produktivitas pun meningkat juga.

Untuk karyawan yang tersisa di kantor-kantor dan pabrik, semangat dan motivasi mereka dapat memiliki dampak besar untuk menghemat uang yang hilang disebabkan hilangnya produktivitas dari karyawan yang tidak puas dalam bekerja.  Dalam kebanyakan kasus, Bos gagal untuk memahami bahwa jika mereka berhemat mereka berpikir harus memberikan tunjangan kepada karyawan yang tetap. Dampak psikologis pada karyawan dapat berdampak langsung terhadap produktivitas.